Selasa, 29 Maret 2011

Tubuh Daging Ciptaan Mulia yang sering dilupakan...

Tuhan menciptakan kita manusia lengkap dengan unsur-unsurnya baik lahir maupun bathin..
Dan kitapun bersepakat bahwa manusia adalah ciptaan yang paling mulia diantara semua mahluk hidup.. 
Kelebihan kita manusia adalah karena kita diberkati oleh kemampuan daya pikir untuk menganalisis dan memecahkan suatu masalah guna kebahagian hidup manusia itu sendiri..

Kalau ditengok kebelakang mulai manusia dirahimkan oleh seorang Ibu maka yang pertama kali tercipta akibat menyatunya  sel telur dengan sperma  adalah apa yang disebut dengan zigot yang berupa gumpalan darah dan belum menunjukkan ciri / identitas sebagai manusia. Kemudian setelah beberapa bulan barulah anggota tubuh manusia itu mulai terbentuk, mulai dari mata, kepala, badan kemudian anggota badan lainnya.
Kelangsungan hidup bayi dalam rahim ibu didapat dari  sari-sari makanan yang diperoleh dari  Ibu yang mengandung melalui plasenta. Jadi didalam rahim ibu seorang bayi belum dapat hidup dengan memakai nafas. 

Bilamana  umur janin sudah sampai sekitar 9 bulanan maka tibalah saatnya janin itu untuk lahir kedunia sebagai bayi. Diwaktu bayi baru lahir umumnya bayi akan memulai kehidupan barunya  diawali dengan tangisan, yang  gunanya untuk melatih ataupun memfungsikan paru-paru untuk dapat bernafas, maka mulailah nafas itu masuk dan menghidupi sang bayi..

Hari demi hari, bulan demi bulan, bayi kecil itu tumbuh dan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, makanan yang awal mulanya dari air susu ibu mulai dilatih dan diganti dengan buah-buahan. Dalam pertumbuhan ini sang bayi sering dibisiki dan dilatih oleh orang tuanya kata-kata sederhana..tahun demi tahun . maka sang bayipun mulai mengalami perkembangan untuk menirukan dan mengingat. Kemudian mulailah mengenal kehidupan baru lagi melalui  perkembangan jiwa yang ditandai dengan kemampuan untuk dapat berkata, merasakan, mengingat dan kemudian berpikir.

Bila seorang bayi sudah menjadi seorang anak kemudian mulai mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah, maka hal ini mengakibatkan perkembangan jiwa kian tumbuh dan berkembang dengan pesatnya. Mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah, sarjana, sampai dengan tingkat master dan juga doktor. Namun semua pendidikan yang didapat baik itu melalui jalur formal maupun non formal seringkali dalam perjalanan perkembangan intelektual  seorang manusia tidak sesuai dengan harapan untuk dapat mencapai kebahagian hidup lahir maupun bathin. Dijaman sekarang akibat persaingan ketat dan tuntutan hidup yang kompleks menyebabkan manusia  menjadi lupa untuk memberikan perhatian dan kasih sayang akan unsur-unsur pokok pembentuk dirinya, yang terdiri dari  unsur badan, unsur nafas dan juga  jiwa. Bahkan kemampuan pikirannya yang keliru sudah menggelapkan diri dan membawanya kedalam Peperangan Diri yang merupakan cikal bakal  dari siksa dan sengsara hidup. Peperangan itu terus berlangsung...tiap hari bahkan tiap saat...dimana peperangan antara perasaan dengan ingatan...peperangan antara pikiran dengan perasaan...peperangan antara pikiran dengan pikiran sendiri...yang kesemuanya merampas tujuan luhur dan  mulia dari Agama yaitu menuju Santhi / Damai...Tubuh daging yang mesti dipelihara, dihargai dan disayangi sudah tidak dianggap lagi, dilupakan dan malahan disiksa... Keseluruhan aktivitas hanya untuk memenuhi hasrat pikiran, ingatan dan juga rasa...Nafas yang semestinya perlu diatur dan dilatih sesuai dengan konsep Hindu, menarik (ang), menahan(ung) dan mengeluarkan (mang) sudah tercemar dengan berbagai polusi,  baik yang sengaja melalui kegiatan merokok maupun tidak sengaja berupa pencemaran dari asap pabrik, kendaraan dll.

Sepertinya syarat linkungan hidup damai yang Agama cita-citakan sudah sedikit sekali keberadaanya di akibatkan oleh nafsu pikiran, ingatan dan juga rasa manusia yang keliru dan  serakah.   

Pada akhirnya ada suatu pertanyaan yang mesti kita renungkan dan jawab yaitu apakah kita akan menjadi budak dari nafsu pikiran ingatan dan perasaan ..?? Atau kah kita belajar mengenali dan mengendalikan semua unsur diri itu untuk dapat mewujudkan tujuan luhur dari kata Shanti.ataupun Agama.!!